My Weblog

June 29, 2010

Samuel Hatington

Filed under: Uncategorized — amacorablog @ 7:35 am

Pada awal dekade 1990-an seorang ilmuwan politik dari Harvard, Samuel P. Huntington, menjadi sangat terkenal dengan memopulerkan wacana “The Clash of Civilizatioan” (Benturan Antarperadaban). menurut GWF. Hegel, sejarah dan kebudayaan akan mencapai klimaksnya pada suatu momen absolut. Pandangan ini bertitik-tolak pada gagasan, atau ide-ide yang mewujud dalam ruang dan waktu. Realisasinya adalah manusia memperoleh kemerdekaan/kebebasan yang bergerak ke arah perubahan budaya yang memuncak. Menurutnya, manusia adalah alat untuk memenuhi tujuan dari proses kesadaran yang menyadari asal-usulnya, mengatasi rintangan dan hambatan serta merefleksikannya untuk menjadi kesadaran yang lebih tinggi. Wujud praktisnya adalah bangsa bertanding dengan bangsa lain, kebudayaan satu melawan kebudayaan lain (tesis-antitesis) sebagai proses menuju sintesis. Filsafat inilah yang menjadi dasar dari teori clash of civilization yang dikemukakan Samuel P. Huntington yang mengakhiri pertarungan (dialektika historis) dengan menggulirkan teori the end of history, yang menganggap Demokrasi-Liberal dan Kapitalisme Global sebagai pemenang sejarah.Itu sebabnya nanti tidak ada lagi perjuangan untuk mendapatkan pengakuan identitas, altruisme, perjuangan ideology dan semangat patriotisme, karena semuanya akan tergantung dengan perhitungan dan pertimbangan ekonomi dan rasa-pemuasan konsumen yang bercita rasa tinggi serta masalah-masalah teknis yang tak habis-habisnya.
Maka dengan itu pada periode “akhir sejarah” tidak akan ada lagi seni dan filsafat (baru) dan yang ada hanya pemeliharaan “meseum-meseum ” ilmu pengetahuan manusia yang berkelanjutan. Maka hal ini bisa dimaknai sebagai masa yang diprediksikan bahwa pikiran–pikiran manusia akan terperangkap dalam satu paket besar. Apalagi ketika setiap manusia atau masyarakat telah mensakralkannya; maka tidak akan berdaya untuk keluar darinya karena yang ada hanya peristiwa-peristiwa yang para pelakunya mengatasnamakan penghargaan terhadap demokrasi. Bukan seperti sosialisme-komunisme telah dijadikan contoh tentang gagalnya sejarah manusia dan tatanan dunia yang dibangunnya.
Perbedaan antar peradaban terletak pada hal yang mendasar. Peradaban dibedakan satu sama lain dengan sejarah, bahasa, budaya, tradisi dan, yang paling penting, agama. Orang-orang dari peradaban yang berbeda memiliki pandangan yang berbeda mengenai hubungan antara Tuhan dan manusia, individu dan kelompok, warga negara dan negara, orang tua dan anak-anak, suami dan istri, serta pandangan berbeda dari kepentingan relatif dari hak dan tanggung jawab, kebebasan dan otoritas, persamaan dan hirarki. Perbedaan ini adalah produk dari berabad-abad. Mereka tidak akan segera menghilang. Mereka jauh lebih fundamental daripada perbedaan antara ideologi politik dan rezim politik. Perbedaan tidak selalu berarti konflik, dan konflik tidak selalu berarti kekerasan. Selama berabad-abad, tetapi, perbedaan antara peradaban yang dihasilkan paling lama dan paling konflik kekerasan. Kedua, dunia menjadi tempat yang lebih kecil. Interaksi antara masyarakat dari peradaban yang berbeda increasings; ini mengintensifkan interaksi meningkatkan kesadaran kesadaran peradaban dan perbedaan antara peradaban dan kesamaan dalam peradaban. Ketiga, proses modernisasi ekonomi dan perubahan sosial di seluruh dunia yang memisahkan orang-orang dari identitas lokal sudah berjalan lama. Mereka juga melemahkan negara bangsa sebagai sumber identitas. Dalam banyak agama dunia telah pindah untuk mengisi kesenjangan ini, sering dalam bentuk gerakan yang diberi label “fundamentalis.” gerakan tersebut ditemukan di Western Kekristenan, Yudaisme, Buddha dan Hindu, serta dalam Islam. Keempat, pertumbuhan peradaban-kesadaran ditingkatkan dengan peran ganda Barat. Di satu sisi, Barat berada pada puncak kekuasaan. Kelima, karakteristik dan perbedaan budaya kurang bisa berubah dan karena itu tidak mudah dikompromikan dan diselesaikan dari dan ekonomi politik.
Melalui bukunya, The Clash of Civilization and the Remaking of World Order (1996), Huntington mengarahkan Barat untuk memberikan perhatian khusus kepada Islam. Huntington membantah kesimpulan umum yang dianut oleh banyak kalangan mengenai sebuah tatanan kehidupan harmoni Pasca Perang Dingin. Perang Dingin ditandai oleh adanya batas antar-blok (blok kapitalis, blok komunis, dan non-blok). Menurut Huntington sekarang ini identitas kultural semakin menguat. Pergumulan antar-identitas melalui kemudahan informasi dan transportasi ternyata tidak menhancurkan identitas-identitas, malah semakin memperkuatnya. Pertemuan antar-identitas justru menjadi wahana perwujudan teori “Kita hanya akan tahu siapa kita, ketika kita tahu siapa yang bukan kita dan hal itu hanya mungkin diketahui melalui dengan siapa kita berhadapan.” Penguatan identitas pada level rendah (regional) akan menjadi sebab bagi identifikasi diri pada level yang lebih tinggi, yaitu peradaban. Menurutnya, di antara berbagai peradaban besar yang masih eksis hingga kini hanyalah Islam yang berpotensi besar menggoncang peradaban Barat, sebagaimana dibuktikan dalam sejarah.Seperti dikatakan Huntington, harus dibedakan antara Islam militan dengan Islam secara umum. Islam militan adalah ancaman nyata terhadap Barat. Ia mengatakan, “… tetapi Islam militan merupakan ancaman nyata bagi Barat melalui para teroris dan negara-negara bajingan (rouge state) yang sedang berusaha mengembangkan persenjataan nuklir, serta cara-cara lainnya.” Ia menekankan bahwa konflik antara Islam dan Kristen–baik Kristen Ortodoks maupun Kristen Barat–adalah konflik yang sebenarnya. Adapun konflik antara Kapitalis dan Marxis hanyalah konflik yang sesaat dan bersifat dangkal.
Dalam bukunya The Clash of Civilizatioan, Huntington menguraikan beberapa faktor yang telah dan akan meningkatkan panasnya konflik antara Islam dan Barat. Di antaranya ialah sebagai berikut. :
• pertumbuhan penduduk Muslim yang cepat telah memunculkan pengangguran dalam jumlah besar, sehingga menimbulkan ketidakpuasan di kalangan kaum muda Muslim.
• kebangkitan Islam (Islamic resurgence) telah memberikan keyakinan baru kepadakaum Muslim akan keistimewaan dan ketinggian nilai dan peradaban Islam dibanging nilai dan peradaban Barat.
• secara bersamaan, Barat berusaha mengglobalkan nilai dan institusinya, untuk menjaga superioritas militer dan ekonominya, dan turut campur dalam konflik di dunia Muslim. Hal ini telah memicu kemarahan di antara kaum Muslim.
• runtuhnya komunisme telah menggeser musuh bersama di antara Islam dan Barat, dan keduanya merasa sebagai ancaman utama bagi yang lain.
• meningkatnya interaksi antara Muslim dan Barat telah mendorong perasaan baru pada tiap-tiap pihak akan identitas mereka sendiri, dan bahwa mereka berbeda dengan yang lain.
Konflik antara barat dan islam dikarenakan oleh perbedaan yang mendasar dari keduanya. Konsep Muslim yang memandang Islam sebagai way of life, yang menyatukan agama dan politik. Ini bertentangan dengan konsep Kristen tentang pemisahan kekuasaan Tuhan dan kekuasaan raja (sekularisme). Selain itu juga atas dasar persamaan , keduanya merasa sebagai agama yang benar. Keduanya sama-sama agama misionaris yang mewajibkan pengikutnya untuk mengajak “orang kafir” agar mengikuti ajaran yang dianutnya. Islam disebarkan dengan penaklukan-penaklukan wilayah dan Kristen pun juga demikian; keduanya juga mempunyai konsep “jihad” dan “crusade” sebagai perang suci.

Daftar Pustaka
Samuel P. Huntington, The Clash of Civilization and the Remaking of World Order New Tork: Touchtone Books. 1996
http://ahmadsahidin.wordpress.com/2009/02/12/wacana-budaya-dan-akhir-sejarah/
http://famm2007.multiply.com/journal/item/53
http://alislamu.com/index.php?option=com_content&task=view&id=787&Itemid=10

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: